Jatuh Cinta Sebagai Kejadian Spiritual

18 09 2007

Setiap orang pernah jatuh cinta. Umumnya, jatuh cinta itu terjadi pada orang dengan lawan jenis. Tidak ada satupun kata-kata yang bisa mewakili perasaan jatuh cinta. Sebutlah kata senang, gembira, dan semua terlihat bersinar dan menyenangkan tetap saja tidak bisa mewakili seluruh nuansa jatuh cinta (weks).

Biasanya yang lama diingat orang melalui kejadian-kejadian jatuh cinta adalah perasaan-perasaan yang ada di dalam. Kata-kata pertama yang menunjukkan lawan jenis kita tertarik dan jatuh cinta pada kita, bisa menjadi satu rangkaian kalimat yang terdengar di telinga setiap hari. Memperhatikan tatakrama, cara berpakaian, cara bicara lawan jenis kita, semuanya tampak pas dan sempurna. Dan pada akhirnya membuat kita seperti memiliki dunia ini seorang diri (kaya amat hehehe). Inilah rangkaian hal yang membuat cinta diidentikkan dengan perasaan (feeling). Banyak sudah lagu, film, sinetron, novel, syair, puisi yang lahir dari sumber cinta sebagai perasaan. Kalau kemudian banyak yang memberikan kesan cinta itu cengeng, lemah, tangisan dan sejenisnya, itu hanyalah sepenggal pemahaman tentang cinta sebagai perasaan. Ada dimensi kedua dari cinta yang layak dicermati setelah cinta sebagai perasaan, yakni cinta sebagai sebuah kekuatan (power).

Coba perhatikan ketika seserang sedamh jatuh cinta. Ada kekuatan maha dasyat yang ada di dalam diri. Sedemikian perkasanya, seolah-olah disuruh memindahkan gunungpun rasanya bisa (kuat amat ya). Mungkin hampir tidak ada penugasan dari lawan jenis yang kita cintai yang tidak bisa diselesaikan. Mulut ini seperti dengan cepatnya berteriak : bissaaaa !!!. Bermula dari pemahaman seperti inilah maka Deepak Chopra dalam The Path To Love, menyebut bahwa jatuh cinta adalah sebuah kejadian spiritual. Tidak hanya semata-mata bertemunya dua hati yang cocok kemudian menghasilkan jantung yang berdebar-debar, tetapi lebih pada tanda-tanda hadirnya sebuah kekuatan yang dasyat (wow). Persoalannya kemudian, untuk apa kekuatan dahsyat tadi dilakukan. Kaum agamawan nan bijaksana menggunakan kekuatan terakhir sebagai sarana untuk bertemu Tuhan.

Alkisah, “ ketika Nabi Isa As bertemu dengan tukang kebun ia meminta setitik saja Rahmat-Nya. Kemudian Nabi Isa As berdoa agar tukang kebun tersebut diberikan setitik Rahmat-Nya. Suatu ketika ada kabar bahwa ada seseorang di atas bukit ia melihat langit, diam tak bergerak, tak ada jawaban ketika orang menyapanya, ketika Nabi Isa As memberi salampun is tetap tak menjawab, juga tak bergerak. Ketika Nabi Isa As tahu bahwa pria itu adalah tukang kebun. “oh sungguh di telah diberkan setitik rahmat-Nya”. (tak ada yang ia dengarkan kecuali sang Kekasih, tak ada yang ia tahu kecuali sang Kekasih ……: Jalaluddin Arrumi).

Juga seperti usahawan yang berhasil menggunakan tenaga besar ini untuk menekuni seluruh pekerjaannya. Ibu yang mencintai keluarganya mengabdikan seluruh tenaganya untuk mencintai anak dan suaminya. Banyak orang yang dijemput keajaiban karena kemampuan untuk membangkitkan tenaga maha dahsyat ini. Anda bisa bayangkan, tentara Inggris yang demikian perkasa harus pergi dari India karena kekuatan cinta Mahatma Gandhi beserta pejuang lainnya. Negeri ini dideklarasikan secara amat gagah berani melalui cinta duet Soekarno-Hatta. Demokrasi Amerika berhutang banyak pada cinta George Washington. Raksasa elektronika Matsushita Electric dibangun diatas tiang-tiang cinta Konosuke Matsushita. Microsoft sampai sekarang masih dipangku oleh kecintaan manusia luar biasa yang bernama Bill Gates. Sulit membayangkan bagaimana seorang Jendral Besar Sudirman bisa memimpin pasukan melawan Belanda dengan badan yang sakit-sakitan, kalau tanpa modal cinta yang mengagumkan. Wanita perkasa yang bernama Kartini mengambil resiko yang demikian tinggi untuk mengangkat derajat kaumnya, apalagi yang ada dibaliknya kalau bukan kekuatan-kekuatan cinta. Boleh saja anda menyebut rangkaian bukti ini sebagai serangkaian kebetulan, atau apapun, tetapi saya lebih setuju dengan Deepak Chopra yang menyebut bahwa jatuh cinta adalah sebuah kejadian spiritual. Dari sinilah sang kehidupan kemudian menarik kita tinggi-tinggi ke rangkaian realita yang oleh pikiran biasa disebut luar biasa. Di bagian lain bukunya, Chopra menulis : ‘merging with another person is an illusion, merging with the self is the supreme reality’. Begabung dengan orang lain hanyalah sebuah ilusi, tapi bergabung dengan sang diri yang sejati, tak ada revolusi tanpa cinta. itulah sebuah realita yang utama. Jatuh cinta sebagai kejadian spiritual, yang dituju adalah bergabungnya diri kita dengan diri yang sejati. Ada yang menyebut diri sejati terakhir dengan sebutan Tuhan, ada yang memberinya dengan sebutan kebenaran, ada yang menyebutnya dengan inner life dan masih banyak lagi sebutan lainnya. Apapun nama dan sebutannya, ketika anda menemukannya, kata manapun tidak bisa mewakilinya. Yang ada hanya : ahhhhh !!!.

Ia mendamaikan, menggembirakan, mencerahkan, mengagumkan dan menakjubkan. Dan yang paling penting, semuanya kelihatan serba sempurna. Air sungai, daun di pohon, desir angin, suara ombak, wajah pegunungan, demikian juga dengan pekerjaan, keluarga, atasan, bawahan. Seorang sahabat yang kerap jatuh cinta seperti ini, pernah mengungkapkan, dalam keadaan jatuh cinta, setiap lembar daun di pohon apapun terlihat seperti sehalaman buku suci yang penuh inspirasi. Setiap hembusan angin adalah pelukan-pelukan tangan kekasih yang amat menyentuh. Setiap suara air adalah nyanyian-nyanyian rindu yang menyentuh kalbu mmmmmmm. Anda tertarik ?

(opini hanya sekedar obrolan buku², karena semuanya adalah kejadian abstaksi. jadi anda sendiri yang menentukannya…!!!!).

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: