OPEN HOUSE DI BULAN RAMADAN

1 10 2007

Oleh : KH. M Yusuf Hs. (Pengasuh PP al-Itqan)

Bulan Ramadhan adalah bulan dimana Allah Open House (membuka kesempatan seluas-luasnya) bagi hambaNya untuk berkomunikasi dengan Allah. Namun kesempatan ini tidak digunakan oleh setiap orang karena ketidak tahuan mereka, dimana, kapan dan bagaimana cara berkomunakasi dengan Allah itu. Pertanyaan yang paling mendasar adalah, dengan bahasa apakah kita dapat berkomunikasi dengan Allah.

Kita harus sadar betul bahwa Allah adalah Maha Penyayang. Bukti sayang Allah terhadap hambaNya adalah Allah mempermudah segala hal dan tidak mempersulit. Oleh sebab itu dengan bahasa apapun kita bisa berkomunikasi denganNya. Akan tetapi bahasa yang paling baik dan dekat dengan Allah adalah al-Quran. Mengapa demikian? Sebab, al-Quran adalah pesan dari Allah untuk manusia dan jin agar dapat di baca, di fahami, dan diperdengarkan.

Mengingat al-Quran adalah firman Allah. Maka inilah bahasa tepat untuk berkomunikasi dengan Allah. Ketika kita membaca al-Quran berarti kita sedang berbicara atas perintah Ilahi. Mengapa ? karena Allah memerintahkan kita untuk membaca al-Quran, maka secara tidak langsung Allah menyuruh kita berkomunikasi denganNya.

Al-Quran akan menjadi sumber pernyataan kita kepada Allah. Ketika kita membaca al-Quran maka kita akan menyebutkan pernyataan-pernyataan kita kepada Allah.

Setelah kita mengetahui bahasa terdekat untuk berkomunikasi dengan Allah. Maka permasalahan selanjutnya adalah sarana apa yang akan kita gunakan untuk berkomunikasi dengan Allah?

Sudah dapat difahami oleh akal kita bahwa satu-satunya sarana atau alat berkomunikasi kita dengan Allah adalah sholat karena shalat merupakan penghubung (sillah) antar hamba dengan sang khalik. Dalam sebuah hadis Qudsi yang terdapat dalam kitab shahih muslim bahwa Allah membagi Shalat dalam dua bagian. Separuh hak Allah untuk berbicara dan separuhnya lagi untuk hambanya dan bagi hambanya apa-apa yang ia pinta (berdo’a) kepada Allah.

Ketika sang hamba mengucapkan “alhamdulillahirabbila alamin” maka Allah menjawab “hambaKu memujiKu”.

Ketika sang hamba mengucapkan “arrahmanirrahim” maka Allah langsung menjawab “hambaKu menyanjungKu”

Ketika sang hamba mengucapkan “maaliki yaumuddin” maka Allah langsung menjawab “ hambaKu telah mengagungkanKu”

Ketika sang hamba mengucapkan “ Iyyaka na’budu waiyyaka nastainu” maka Allah langsung menjawab “ ini adalah antara Aku dan hambaKu dan untuk hambaku apa yang ia pinta.

Ketika sanghamba mengucapkan “ihdinassirotol mustaqiim…..(hingga akhir ayat ke 7) maka Allah lansung menjawab “ini adalah untuk hambaKu, dan untuk hambaKu apa yang ia pinta”. Semua ini adalah surat al fatihah, akan tetapi apakah Allah berkomunikasi seperti ini hanya ketika membaca surat al-Fatihah saja? Tentu tidak. Karena setiap ayat al-Quran yang dibaca maka Allah menjawabnya.

Nah…! Dengan demikian kesempatan dan waktu terbaik membaca al-Quran adalah ketika Shalat.

Apabila dua alat komunikasi ini di satukan maka komuniksi kita akan nyambung. Jadi, berusahalah agar dalam shalat kita membaca al-Quran yang banyak.

Dan pada bagian kedua adalah hak hamba untuk meminta, karena memang telah disebutkan hadist di atas bahwa shalat itu terdiri dari dzikir dan do’a. Juga telah diinformasikan dalam ayat-ayat yang memerintahkan meminta tolong (berdo’a) kepadaNya dengan cara shalah:QS. al-Baqarah:45, QS. al-Baqarah: 153, QS. As-Sajdah: 15-16. selain itu dalam shalat, ada saat-saat yang kita diperbolehkan bedoa secara lebih bebas didalam shalat kita. Diantaranya adalah pada saat i’tidal, yaitu sesudah membaca do’a i’tidal (seperti: ada yang membaca qunut ada yang tidak), juga pada saat-saat lain, ketika duduk diantara dua sujud, dimana kita selalu memohon kesehatan, rezeki, permohonan ampun dan minta maaf dll. Juga dalam kondisi sujud dan pada akhir menjelang salam setelah membaca tasyahud akhir dan shalawat Nabi.

Beritu banyak kesempatan yang diberikan kepada kita ketika dalam shalat. Namun, berdo’a memang tidak hanya ketika kita shalat. Allah menerima do’a kita kapan saja kita butuhkan. Akan tetapi, shalat adalah tata-cata yang resmi diperntahkan oleh Allah kepada kita, dan dengan shalat itu sendiri kita meminta yang secara langsung kita berkomunikasi dengan Allah yang tentunya akan lebih mustajab.

Dan pada kesempatan ramadhan ini, kita diberikan bonus beribu kali lipat dari bulan-bulan lainnya, diberikan frekuensi lebih untuk beribadah dan berkomunikasi denganNya.

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: