Puasa, Tidur aaaah……

1 10 2007

Tidur di bulan Ramadhan mmm… asik kali yaa, badan lemes, perut lapar, tenggorokan kering, bantal & kasur empuk, keluar juga males tengah hari bolong lagi panas-panasnya jadi yaaa bawaannya pengen tidur terus…… weks (maaf-maaf aja nih, jangan tersinggung kalau kesenggol). Ada sebuah hadis Nabi yang artinya sebagai berikut: Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. hal yang sangat istimewa bagi seseorang yang berpuasa –tidur aja ibadah, tidur terus aaaah-

Kita tentu sepakat terhadap hadist di atas, akan tetapai berpuasa bukan berarti kita harus tidur seharian karena ibadah dan menghentikan aktifitas kita kemudian bermalas-malasan, karena puasa adalah suatu kewajiban yang diperintahkan Allah kepada otang-orang yang beriman agar mereka bertakwa (al-Baqarah : 183).

Coba kita sedikit telusuri, Ada tiga kata kunci dari hadis diatas yang pemahamannya sering di jadikan tameng bagi orang yang berpuasa untuk tidur terus. Pertama adalah kata tidur, kedua puasa dan yang ketiga adalah ibadah.

Pertama, kata tidur. Tidur berarti merem, istirahat, juga melupakan atau membebaskan pikiran. Jika kita rangkaikan dengan kata puasa berarti orang yang berpuasa itu adalah merem atau memejamkan mata dari pandangan yang berbau maksiat. Jika pada hari-hari biasa kita suka memandang yang yang diharamkan Allah maka ketika Ramadhan hal itu tidak dilakukan, dan menggantinya dengan memandang al-Quran (membacanya) dari pada memandang maksiat yaaaa lebih baik merem saja!!!!!!!!!!!!!

Kedua, tidur itu adalah istirahat, jika di luar ramadhan anggota tubuh kita di lelahkan dengan berbuat maksiat, maka pada bulan ramadhan ini anggota badan tersebut di-puasa-kan dengan cara mengistirahatkan dari perbuatan-perbuatan maksiat.

Ketiga, tidur adalah melupakan atau membebaskan pikiran, artinya jika di luar ramadhan otak dan hati kita selalu saja di penuhi dengan pikiran-pikiran kotor, hati yang iri, dengki, dendam,sombong, dan lain sebagainya. Maka saat ramadhan kita lupakan pikiran-pikiran kotor, bebaskan hati dari iri, dengki, dendam, sombong dan seabreg keburukan-keburukan dan menggantikannya dengan perbuatan yang bernilai ibadah.

Ada dua garis amaliah ibadah yang mesti kita lakukan yaitu: pertama bersifat vertical yaitu amaliah ibadah langsung kepada Sang Khalik. Dan yang kedua bersifat horizontal suatu amaliah yang menumbuhkan kepekaan sosial antara sesama mahluk. Dan memang semua kehidupan yang kita lakukan contoh: belajar, mencari nafkah, berkeluarga, bersahabat, dll, itu semua merupakan bentuk ibadah yang memang telah diperintahkan Allah kepada kita.

Semoga dengan puasa ini kita dapat melatih dan mencoba menidurkan hawa nafsu kita dari hal-hal yang kurang baik untuk beribadah karena Allah.

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: