IDUL FITRI = MUDIK SUCI

10 10 2007

Satu, dua, tiga, dan…….. yap!! Lebaran sudah diambang pintu. Mau ngapain yaaah…, yang jelas sudah terencana. Bahkan mungkin sebulan sebelum bulan puasa sudah dibuat agendanya (jauh amat sih…!!). kalau tidak salah, lebaran sangat identik dengan yang baru-baru. Biasanya orang-orang pada beli baju baru, celana baru, sepatu baru, tas baru, kerudung baru, pokoknya semuanya serba baru, (asalkan jangan pasangan aja yang baru). Bahkan sebagian orang sudah punya rencana baru untuk bikin dosa baru, naudzubillahimin dzalik!!!!!!

Yang lebih spektakuler lagi kalau lebaran (idul fitri) tiba, pasti rame dengan yang namanya mudik. Sepertinya lebaran sangat identik dengan mudik. Mau yang dekat mau yang jauh pasti semuanya mudik. Pokoknya kalau waktunya mudik sudah dekat mereka sudah tidak inget apa-apa lagi, tidak enak makan, minum, bahkan tidur pun sudah tidak nyenyak lagi, yang terbenak dalam pikiran mereka hanya berkumpul bersama keluarga, tertawa, bernostalgia di kampung halaman, ketemu sahabat lama, makan ketupat, makan opor ayam, maaf-maafan dan banyak lagi deh yang mau dikerjakan saat sudah dikampung halaman. Saking udah ngebetnya mudik, kadang-kadang mudikers (sebutan untuk orang yang mudik) tidak menghiraukan lagi dengan keselamatan diri, harta, dan keluarganya. Tidak jarang diantara mereka ada yang kecelakaan, ada yang kecopetan, ada yang kena penipuan, ada yang di todong dan yang lebih sering lagi mereka yang rumahnya dibobol maling, karena rumah mereka kosong ditinggal begitu saja. Padahal, seharusnya kejadian-kejadian yang seperti itu tidak usah diulangi lagi, eh… maksudnya jangan sampai terulang lagi. Sudah banyak media masa, media cetak dan media-media yang lain yang memberitakan kejahatan-kejahatan saat mudik. Jadi bagi mudikers waspadalah, kalau menurut Bang Napi “Kejahatan bukan hanya ada niat dari sang pelaku, tapi juga karna ada kesempatan”.

Yang jadi pertanyaan adalah, apa sih mudik itu sebenarnya? Sekarang mari kita sedikit telaah makna idul fitri itu sendiri. Idul atau dalam bahasa arab ‘ied yang berarti kembali (MUDIK) dan al-Fitri adalah (FITRAH=kesucian). Ketika kita puasa sebulan penuh lengkap dengan sholat tarawih, tadarus, sedekah, membantu orang lain, dan seabrek kegiatan amal lainnya. Itu semua adalah proses untuk pensucian jiwa menuju pulang kedalam fitrahnya (kesucian jiwa). Nah..! bukankah ini yang dinamakam mudik!? Kalau begitu yang tidak pulang ke kampung halaman yang jauh juga udah mudik dong? Tepat sekali!

Harta dan badan kita juga harus di mudikkan, yaitu dengan memberikan hak-haknya yang di sebut dengan zakat. Nah yang sering kita lakukan adalah mendahulukan zakat mall (dibaca zakat mol) di Carrefour, Supermarket, Giant, Plaza dan di toko-toko swalayan lainnya dari pada mendahulukan zakat fitrah atau zakat mal (harta kekayaan). Tentu ini salah besar, karna kalau hal itu terjadi, maka mudik kita tidak akan sampai pada tujuan yang semestinya. Emang ada perintahnya untuk berzakat? Banyak kali, buka saja dalam al-Qur’an; QS. Ar-rum:39, al- Baqoroh:276 dan masih banyak lagi ayat-ayat yang menyuruh kita untuk berzakat. Kapan, bagaimana dan untuk siapa itu zakat? Zakat fitrah itu hanya 2.5kg/kepala dan boleh kapan saja selama masih bulan Ramadhan. Adapun waktu yang paling afdhol (utama), ketika sehabis terbit fajar sampai menjelang imam naik mimbar saat khutbah idul fitri. Sedangkan zakat mal diberikan ketika harta kita sudah mencapai nisab, semua itu di berikan kepada salah satu dari delapan golongan yang berhak menerima zakat diantaranya fakir miskin dan dua’fa. Tapi kalau ingin zakat kita tersalurkan dengan baik dan tepat pada sasaran, maka seyogyanya zakat kita itu kita berikan kepada BAZIS (Badan Amil Zakat Infaq dan sodakoh).

Mudikers yang budiman, tentunya kita sebagai orang yang beriman tidak ingin ada segelintir orang yang kelaparan saat kita menikmati kebahagian di hari kemenangan, nah..! makanya buruan berikan zakat kita pada yang berhak. Rasulullah SAW, dalam sebuah hadits riwayat imam al-Asbahani dari imam Thabrani, menyatakan: “Sesungguhnya Allah SWT telah mewajibkan atas harta muslimin suatu kewajiban zakat yang dapat menanggulangi kemiskinan. Tidak mungkin terjadi seorang fakir menderita kelaparan atau kekurangan pakaian, kecuali oleh sebab kebakhilan yang ada pada hartawan muslim. Ingatlah Allah akan melakukan perhitungan yang teliti dan meminta pertangungjawaban mereka dan selanjutnya akan menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat pedih” (HR.Thabrani dalam Al Ausath dan ash shogir).

Setelah kita melakukan puasa sebulan pada bulan Ramadhan dan juga melaksanakan perjalanan mudik seperti diatas, tentunya insya Allah kita akan sampai pada fitrah lahir dan batin yang sangat kita dambakan. Wallhualam

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: