Aqidah dan Sunnah

25 11 2007

Nampaknya umat islam sekarang terbuai dengan impian masa lalu yang gemilang, dengan segala pujian kebanggaan, atas keberhasilan seribu tahun lalu. Hingga umat menjadi lalai, lupa, dengan kebanggaan sejarah masa lalu itu. Padahal pada kenyataannya berbalik. Kini keadaaan umat islam sangat memprihatinkan. Aqidah serta keyakinan akan kebenaaran firman Allah semakin luntur. Iman sudah rapuh digoncang oleh modernisasi.

Banyak umat isalm yang lupa dari al-Quran, padahal al-Quran adalah petunjuk dari Allah. Tak pula mengindahkan sunnah nabi. Mereka lebih mengandalkan akal mereka, bagi mereka akal adalah segala-galanya

Disisi lain banyak kelompok manusia yang menundukkan kepalanya, berjalan lurus tanpa menoleh ke kiri dan ke kanan, mereka duduk khusuk di tempat ibadah, tenggelam dalam keasyikan sujud dengan berlinang air mata yang mendambakan karunia sang Penciptanya, Mereka terlena, tidak peduli pada kejadian yang terjadi pada kelompok, golongan, bahkan agamanya.

Kemunduran islam terjadi oleh umat islam sendiri yang tidak tertarik untuk mengadakan pangkajian secaara mendalam tentang islam dan melupakan pedoman hidupnya yaitu Al-qur’an, sehingga eksistensi islam atau martabat islam sebagai agama akhir zaman tidak diletakkan pada proporsi yang sebenarnya, islam akan kandas tergilas oleh kemajuan zaman karena ulah umat islam itu sendiri. Islam telah hancur oleh umat islam sendiri, sehingga tidak mampu mengukir sejarah dengan mulus, serta telah di kurangi kesempurnaan oleh umatnya.

Kelompok semacam ini menganggap dirinya sudah bernaung pada panji-panji islam dan menganggap islam adalah penyerahan diri secara mutlak kepada takdir allah sang khaliq.

Pada berbagai sudut kehidupan kaum muslimin tersebar luas ajaran picik dan sesat, dangan menimbulkan berbagai macam aliran pemahaman yang melahirkan perpecahan antara umat islam itu sendiri. Mengapa itu bisa terjadi? Ya karena mereka telah meninggalkan ajaran Al-qur’an dan sunah rasul dengan pemahaman yang sebenarnya. Kalaupun mereka bersandar pada al-Quran, penafsirannya melenceng. Mereka menafsirkan al-Quran hanya dengan akalnya saja. Sehingga ajaran al-Qur’an di tenggelamkan ke dalam pojok-pojok tahayul dan mistik yang tidak bertanggung jawab, yang berakibat fatal bagi kaum yang awam dan semakin jauh tergelincir dalam kepicikan dan kesesatan. Mereka menganggap sesuatu yang tidak singkron dengan akal mereka, tidak mereka perdulikan. Padahal telah jelas bahwa al Qur’an sudah mencakup segala aspek dalam kehidupan. Berbagai cara konsep hidup bermasyarakat, baik dalam komponen yang terkecil sampai tingkatan nasional maupun internasional.

Dalam beragama, kita tak bisa hidup sendiri. Karena di dunia ini kita hidup bermasyarakat. Kita tak boleh egois, dalam artian ketika kita mendapatkan petunjuk yang lurus tentang islam maka kita diwajibkan untuk mnyampaikannya kepada umat. Jika terjadi salah pemahaman tentang islam dalam masyarakat, maka wajiblah bagi orang yang mengerti untuk meluruskannya, dan tidak boleh dibiarkan. Jika tidak dilakukan, maka itu akan menjadi dosa bagi orang yang tahu tapi tak mau peduli. Wallahualam

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: